Sampo Buatan Sendiri

This gallery contains 2 photos.

Kalau lihat televisi, kita pasti disuguhi berbagai macam iklan sampo. Modelnya cantik-cantik, rambutnya bersinar dan sepertinya bebas masalah ya? Samponya pun bermacam-macam khasiatnya, dari yang untuk mengatasi rambut kusam, ketombean sampai untuk membuat rambut kita bak dirawat oleh stylist kenamaan dunia dan … Continue reading

Apa isi sampomu?

Pernah baca tulisan di kemasan botol sampo? Berapa banyak kandungan kimia yang tertulis disana yang kamu tahu?

Saya bukan ahli kimia, bahkan jurusan di SMA saya dulu IPS. Tapi banyak tanya, banyak baca jadi banyak tahu,kan? Apalagi jaman sekarang mau cari tahu tentang apapun tinggal tulis di google dan kamu bisa dapat ratusan ribu artikel yang bisa kamu baca.

Saya hanya mau berbagi hasil “googling” dan banyak membaca saya, sebagai informasi saja. Selanjutnya silahkan cari tahu lagi sendiri, lagi-lagi kalau banyak tanya, banyak baca jadi banyak tahu dan sedikit tambahan informasi selalu berguna. Semoga.

Berikut ini saya tuliskan bahan-bahan berbahaya dalam sampo (selengkapnya bisa baca disini atau download artikelnya). Anda juga bisa dari berbagai sumber lain, namun dari beberapa artikel yang saya baca, isinya kurang lebih sama

  1. Sodium Lauryl Sulfate/Sodium Laureth Sulfate (SLS/SLES) : Bahan ini hampir PASTI ada disampo atau sabun cair. ? Karena SLS/SLES ini adalah bahan yang membuat sabun dan sampo berbusa. Sebenarnya berasal dari minyak kelapa, tapi dalam prosesnya ada bahan sampingan bernama 1,4 dioxane yang merupakan bahan penyebab kanker. Yep, cancer in a bottle.
  2. Polysorbates : Bahan pelarut yang digunakan untuk mencapur minyak dan air, juga sering digunakan untuk melarutkan parfum atau minyak aditif lain. Biasanya meninggalkan bekas residu dikulit, merusak keseimbangan pH alami kulit dan melarutkan pelindung lipid alami kita.
  3. Glycol : yang dimaksud disini adalah polyethylene glycol atau biasa ditulis PEG, lagi-lagi bahan ini adalah penyebab kanker.
  4. Amodimethicone : kalau habis keramas dan rambut kita terasa lembut, itu karena bahan ini. Bahan ini adalah polimer berbahan dasar silikon,berguna untuk menyimpan kelembaban rambut tapi juga membuat rambut kita membuat rambut dan kulit kita tidak bisa ‘bernapas’. Kalau kulit kepala kita tidak bisa bernapas, hasilnya rambut kita gampang rontok dan menipiskan rambut dikulit kepala kita.

Selanjutnya dari artikel lain saya menemukan banyak lagi bahan kimia berbahaya di sampo dan sabun yang kita pakai bahkan parfum, pewangi, pengharum  yang membuat sampo dan sabun kita wangi ini ternyata berbahaya,apalagi untuk mereka yang gampang alergi. Berbeda dengan esensial oil yang diambil dari tumbuhan, pengharum dalam sampo dan sabun (biasanya ditulis fragrance) adalah bahan kimia buatan yang dibuat menyerupai aroma tertentu dan baunya menempel lama dirambut dan badan kita. Sebulan setelah memakai soda kue dan cuka apel sebagai pengganti sampo dan kondisioner untuk keramas, bau parfum dari sampo lama saya dulu masih menempel dirambut saya.

Lagi-lagi, saya hanya berbagi informasi, bagaimana kita menyikapinya boleh saja berbeda-beda. Saya memilih melepaskan perawatan tubuh yang saya kenal dulu dengan yang lebih alami karena saya sayang sama tubuh saya. Buat saya sekarang, simplicity is the best. Makanya saya menyebut diri sendiri “saturak” karena semua kebutuhan saya, makanan dan perawatan tubuh, tersimpan di rak yang sama.

 

Makanan dan perawatan tubuh di rak yang sama

Yang masuk kedalam mulut kita dan kita makan pastinya baik untuk bagian luar tubuh kita juga. Tapi pasti kalian tidak bisa membayangkan lotion yang kita pakai untuk dimasukan ke mulut,apalagi dimakan. Kenapa tidak? Sebenarnya secara tidak sadar kita sudah tahu kalau produk kosmetik kita beracun, makanya kita tidak makan sabun, sampo atau krim muka.

Tunggu dulu. Kulit kita, bagian dari tubuh kita, adalah ORGAN terbesar. Sama seperti jantung, hati, usus, kulit punya peran penting. Kulit terkoneksi juga dengan organ dalam kita, makanya kalau kita alergi makanan, kulit kita pasti juga terkena dampaknya.Kalau kita demam, kulit jadi kemerahan. Kalau kita kedinginan, kulit jadi pucat atau kebiru-biruan. Begitu juga sebaliknya, apa yang kita pakai dikulit berdampak sama organ dalam kita. Jadi pikir lagi, kalau sesuatu itu tidak mau kamu telan, kenapa kamu mau oleskan dikulitmu? Padahal kulit punya kemampuan menyerap apapun yang dioleskan keatasnya, meresap dan langsung masuk ke tubuh kita. Racun yang diserap melalui kulit itu tidak melewati hati dan langsung masuk kedalam aliran darah. Jadi walaupun sebenarnya kita tidak minum sampo atau makan sabun kita, kita terpapar lebih banyak racun dari kulit kita dibandingkan dari mulut kta.

Seram? Saya merinding. Banyak baca artikel, yang kebanyakan ditulis oleh scientist, dokter dan ahlinya membuat saya ketakutan. Banyak kandungan kimia dalam produk kosmetik kita adalah carcinogen alias pemicu kanker. Dan produsen kosmetik kita tahu. Takut terkena kanker karena gaya hidup? Saya lebih takut terkena kanker lotion yang saya pakai.

Segitunya ya? Coba lihat label kemasan lotion,sampo atau sabun anda dan cari tahu apa sebenarnya isi kosmetik kita. Saya bukan mau menakut-nakuti, saya cuma belajar jadi konsumen yang cerdas.

Akhirnya saya memilih mengikuti cara nenek moyang kita dulu dengan memilih bahan-bahan alami sebagai perawatan tubuh saya. Kalau aman dimakan,pasti aman dioleskan kekulit. Sekarang saya membeli bahan-bahan perawatan tubuh saya dirak yang sama dengan bahan-bahan makanan saya di toko. Biar simpel dan remeh, ternyata hasilnya jauh lebih memuaskan daripada kosmetik-kosmetik mahal.

Di saturak, saya jelaskan tentang semua perawatan tubuh alami, menggunakan bahan alami dan dijamin berhasil, paling tidak saya sudah coba beberapa bulan dan hasilnya buat saya,adik saya dan teman-teman yang ikut mencoba, sangat memuaskan.

Lain kali Anda pergi ke toko dan melewati rak bahan makanan, mungkin Anda akan berpikir seperti saya, “Ah, sampo saya habis dan saya butuh baking soda untuk footscrub nanti.”