Perlu tahu : Bahan kimia dalam kosmetik

Pernah baca label di botol shampoo dan sabun dirumahmu? Berapa banyak bahan-bahan yang tertulis dikemasan itu yang kamu tahu?

Kalau makanan yang mengandung pengawet, pestisida, pewarna dan perasa buatan, kita pasti berpikir dua kali sebelum memutuskan untuk dibeli atau dimakan. Tapi apa isi kosmetik kita? Semuanya bahan kimia yang dibuat oleh manusia, direkayasa dan kehilangan semua kandungan alaminya, tapi tiap hari dengan mudahnya kita pakai dikulit kita. Kalau tidak dimakan alias masuk melalui mulut dan ditelan, kita pikir aman-aman saja. Betul?

Pikir lagi.

Organ tubuh kita yang paling besar adalah KULIT. Ya,kulit itu organ tubuh kita. Sama seperti hati,jantung,otak,usus, kulit kita juga sama pentingnya berperan dalam kesehatan kita. Apapun yang kamu pakai dikulitmu, mampu diserap masuk tubuh kita tapi bahan yang masuk melalui kulit nantinya tidak akan melewati hati dulu sebelum disalurkan kandungannya kedalam tubuh kita melainkan langsung masuk kedalam aliran darah. Jadi walaupun kita tidak minum shampoo atau makan sabun kita, racun yang ada didalam tubuh kita sama saja hasilnya dengan kalau kita benar-benar minum sabun dan shampoo setiap hari.

Tapi kalau shampoo dan sabun tidak aman, kenapa masih dijual bebas di pasaran?

Sama seperti saat borax ditemukan didalam makanan, sebenarnya dalam dosis kecil bahan-bahan kimia itu sendiri tidak berbahaya. Tapi jika dipakai terus menerus dan menumpuk bertahun-tahun didalam tubuh kita, tentu akan ada efek negatifnya ke tubuh kita. Pertanyaannya, seberapa banyak kamu terpapar bahan-bahan kimia itu dalam sehari? Andaikan itu borax yang ada dibakso, sehari kamu makan berapa kali? Kamu yakin kamu belum menumpuk racun dalam tubuhmu?

Saya ini orangnya mudah penasaran, sering banyak tanya jadi terkesan cerewet, tapi kata pepatah kalau malu bertanya sesat dijalan, ya kan? Kalau tidak ada yang bisa jawab, saya cari dalam artikel dan bahan bacaan. Ternyata banyak sekali buku,artikel bahkan website dan blog yang membahas tentang bahan kimia berbahaya dalam produk kecantikan yang kita pakai sehari-hari. Penulisnya pun bukan orang-orang seperti saya yang cuma mau tahu, tapi ilmuwan, peneliti, dokter, scientist bahkan orang yang pernah bekerja di pabrik kosmetik besar. Apa yang mereka tulis membuat saya ngeri dan merinding. Ternyata tanpa kita sadari, yang kita lakukan untuk tetap cantik,harum, segar dan awet muda malah membuat kita sakit.

Dan industri kecantikan itu TAHU apa yang mereka gunakan dalam produk mereka itu berbahaya. Pertanyaannya sekarang, apakah kamu mau tahu?

Saya tuliskan sedikit mengenai beberapa bahan yang ada di produk shampoo, bahkan hampir tidak ada shampoo yang berbahan dasar berbeda. Untuk lebih jelasnya silahkan ambil botol shampoo, sabun atau produk kosmetik lainnya yang ada dirumahmu dan cari tahu sendiri tentang kandungan yang ditulis dikemasannya. Kalau cari lewat google saja, ada ratusan ribu artikel yang membahas tentang shampoo dan bahan-bahannya.

Berikut beberapa bahan yang umumnya ditemukan di produk kecantikan kita, untuk lebih lengkapnya bisa klik disini.

  1. Sodium lauryl/laureth sulfate (SLS/SLES) : digunakan sebagai bahan pembersih didalam kosmetik dan membuat sabun dan shampoo berbusa.Selain sabun dan shampoo bahan ini juga merupakan bahan pembuat sabun cuci piring (nah loh!). Dalam proses pembuatannya, ditemukan adanya dioxane 1,4 yang merupakan carcinogen alias bahan pemicu kanker. Bahan ini tidak ramah lingkungan juga, karena tidak larut dalam air walaupun lama setelah dibuang ke saluran pembuangan air.
  2. Coal Tar Dyes: p-phenylenediamine dan pewarna tertulis “CI” diikuti oleh 5 digit nomor : dikemasan sabun cair yang sedang saya pegang, ada 2 kode “CI”. Bahan ini diambil dari produk sampingan tambang minyak yaitu petroleum (pernah dengar petroleum jelly atau mineral oil?) dan juga merupakan carcinogen atau bahan pemicu kanker. Didalamnya kandungannya pun terkontaminasi lumunium dan mineral berat lain yang beracun untuk otak kita.
  3. DEA (diethanolamine) MEA (momoethanolamine) TEA (triethanolamine) : Biasanya ditulis bersama bahan lain yang terlihat netral. Coba lihat juga Cocamide DEA or MEA, Lauramide DEA dan lainnya. Bahan ini ada didalam shampoo,sabun atau pembersih wajah sebagai penetral pH dan membuat sabun atau shampoo kental seperti krim dan berbusa. Bahan ini juga carcinogen.
  4. Bahan pelepas formaldehyde : DMDM hydantoin, diazolidinyl urea, imidazolidinyl urea, methenamine, quaternium-15 dan sodium hydroxymethylglycinate : bahan-bahan ini melepaskan formaldehyde yang merupakan bahan pengawet. Yang dilepaskan adalah gas yang bisa menyebabkan iritasi mata, pernapasan dan menimbulkan alergi walaupun dalam dosis kecil. Selain itu lagi-lagi bahan ini juga merupakan carcinogen.
  5. Paraben, methylparaben, butylparaben and propylparaben : merupakan bahan pengawet yang paling banyak digunakan dalam kosmetik. Diperkirakan 75-90% dalam kosmetik mengandung paraben, biasanya dalam jumlah kecil. Paraben sangat mudah meresap kedalam kulit dan diduga mengganggu fungsi hormon (gangguan endokrin). Paraben dapat meniru hormon esterogen. Dalam suatu penelitian, paraben ditemukan didalam jaringan kanker payudara. Untuk kaum pria, paraben bisa mengganggu fungsi reproduksi.
  6. Parfum dan pewangi : kata fragrance, parfum, pewangi dalam kosmetik biasanya berarti campuran kompleks berbagai jenis bahan kimia. Ada 3.000 bahan kimia yang digunakan sebagai pengharum dalam kosmetik sampai ke detergen dan pelembut pakaian. Banyak yang menemukan bahwa pengharum ini dapat menimbulkan iritasi, asma dan migrain.
  7. PEGs (polyethylene glycols) : juga berasal dari olahan petroleum, banyak ditemukan dalam berbagai jenis kosmetik sebagai pengemulsi, pengental, pelembut dan pemberi kelembaban. Tergantung proses pembuatannya PEGs ini juga bisa terkontaminasi 1,4 dioxane dan merupakan carcinogen. Selain itu apabila dikenakan dikulit yang luka atau terbuka PEGs dapat menyebabkan iritasi dan keracunan sistemik.

Masih banyak lagi bahan lainnya yang belum saya tuliskan, silahkan buka lebih banyak lagi tulisan dan artikel yang ada di website atau buku-buku lainnya.

Intinya buat saya, produk kosmetik yang selama ini saya gunakan adalah cancer in a bottle. Cukup untuk saya mengganti semua produk-produk kosmetik kesayangan dengan sesuatu yang alami, yang sejak dulu dipakai dan terbukti aman dan berhasil.

Mungkin kamu tidak akan bertindak sedrastis saya, lagi-lagi itu pilihan kita masing-masing. Paling tidak, semoga informasi yang saya berikan menjadikan kita konsumen yang lebih cerdas.

Advertisements

Makanan dan perawatan tubuh di rak yang sama

Yang masuk kedalam mulut kita dan kita makan pastinya baik untuk bagian luar tubuh kita juga. Tapi pasti kalian tidak bisa membayangkan lotion yang kita pakai untuk dimasukan ke mulut,apalagi dimakan. Kenapa tidak? Sebenarnya secara tidak sadar kita sudah tahu kalau produk kosmetik kita beracun, makanya kita tidak makan sabun, sampo atau krim muka.

Tunggu dulu. Kulit kita, bagian dari tubuh kita, adalah ORGAN terbesar. Sama seperti jantung, hati, usus, kulit punya peran penting. Kulit terkoneksi juga dengan organ dalam kita, makanya kalau kita alergi makanan, kulit kita pasti juga terkena dampaknya.Kalau kita demam, kulit jadi kemerahan. Kalau kita kedinginan, kulit jadi pucat atau kebiru-biruan. Begitu juga sebaliknya, apa yang kita pakai dikulit berdampak sama organ dalam kita. Jadi pikir lagi, kalau sesuatu itu tidak mau kamu telan, kenapa kamu mau oleskan dikulitmu? Padahal kulit punya kemampuan menyerap apapun yang dioleskan keatasnya, meresap dan langsung masuk ke tubuh kita. Racun yang diserap melalui kulit itu tidak melewati hati dan langsung masuk kedalam aliran darah. Jadi walaupun sebenarnya kita tidak minum sampo atau makan sabun kita, kita terpapar lebih banyak racun dari kulit kita dibandingkan dari mulut kta.

Seram? Saya merinding. Banyak baca artikel, yang kebanyakan ditulis oleh scientist, dokter dan ahlinya membuat saya ketakutan. Banyak kandungan kimia dalam produk kosmetik kita adalah carcinogen alias pemicu kanker. Dan produsen kosmetik kita tahu. Takut terkena kanker karena gaya hidup? Saya lebih takut terkena kanker lotion yang saya pakai.

Segitunya ya? Coba lihat label kemasan lotion,sampo atau sabun anda dan cari tahu apa sebenarnya isi kosmetik kita. Saya bukan mau menakut-nakuti, saya cuma belajar jadi konsumen yang cerdas.

Akhirnya saya memilih mengikuti cara nenek moyang kita dulu dengan memilih bahan-bahan alami sebagai perawatan tubuh saya. Kalau aman dimakan,pasti aman dioleskan kekulit. Sekarang saya membeli bahan-bahan perawatan tubuh saya dirak yang sama dengan bahan-bahan makanan saya di toko. Biar simpel dan remeh, ternyata hasilnya jauh lebih memuaskan daripada kosmetik-kosmetik mahal.

Di saturak, saya jelaskan tentang semua perawatan tubuh alami, menggunakan bahan alami dan dijamin berhasil, paling tidak saya sudah coba beberapa bulan dan hasilnya buat saya,adik saya dan teman-teman yang ikut mencoba, sangat memuaskan.

Lain kali Anda pergi ke toko dan melewati rak bahan makanan, mungkin Anda akan berpikir seperti saya, “Ah, sampo saya habis dan saya butuh baking soda untuk footscrub nanti.”